Decoder, Microprosesor

Tugas 2. Komputer dan Interface

1. Apa itu Decoder ?
– fungsinya
– penerapannya pada mapping memory

2. Cari informasi tentang fungsi kaki-kaki / takik dari Microprosesor 8086 & 8088

3. Apa perbedaan yang mencolok antara 8086 dan 8088 ?

Jawab :

1.  a. Dekoder adalah alat yang digunakan untuk mengembalikan suatu informasi yang telah diacak. Pada mikroprosesor Decoder merupakan rangkaian logika yang digunakan untuk mengkodekan. Decoder diaplikasikan pada bus alamat (address bus) sehingga berbagai rangkaian pendukung mikroprosesor (input/output) dapat dialamati. Decoder dapat disusun dari gerbang-gerbang dasar (Not, AND, OR) atau berupa IC decoder dalam satu kemasan. Beberapa decoder yang ada antara lain: 74 138, 74 139, 74 154, 74 155, 74 156, dan lain-lain.

b. Fungsi dekoder diantaranya:
  • Mapping memory
  • Decoding memory
  • Decoding I/O

c. Pada mapping memory, dekoder yang digunakan adalah Dekoder alamat, di mana Dekoder alamat ini pada dasarnya adalah sebuah rangkaian kombinatorial gerbang logika yang memberikan sinyal keluaran aktif saat nilai yang ada dalam bus alamat bersesuaian dengan alamat yang telah ditetapkan untuk komponen tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan memasang dekoder alamat pada setiap komponen yang terhubung dengan bus alamat, dengan jalur-jalur pada bus alamat dan sebagian jalur pada bus kendali digunakan sebagai masukan dekoder alamat, dan sebagian jalur pada bus kendali langsung terhubung ke komponen port atau memori (di antaranya adalah RD dan WR), Keluaran dekoder alamat dihubungkan dengan pin yang digunakan untuk mengaktifkan komponen, misalnya CS (chip select), CE (chip enable), atau G (gate).

Jika digambarkan :

(dalam file)

Gambar Dekoder alamat pada port dan memori

Sebagai contoh sebuah port diberi alamat $330 (singlet port), maka dekoder alamat yang dipakai harus dapat memberi keluaran yang rendah dengan menganggap sinyal yang digunakan untuk menghidupkan port tersebut adalah aktif rendah. Apabila nilai yang ada dalam bus alamat adalah $330. Selain itu nilai sinyal IO/M juga rendah, karena yang dialamati adalah port I/O, bukan memori. Dengan demikian nilai masukan ke dekoder alamat yang akan memberikan keluaran aktif adalah:

A15 = A14 = A13 = A12 = A11 = A10 = A7 = A6 = A3 = A2 = A1 = A0 = IOM/ = 0 dan A9 = A8 = A5 = A4 = 1

Implementasi ke dalam rangkaian logikanya sangat bervariasi serta menyesuaikan dengan komponen gerbang logika yang tersedia. Salah satu contohnya adalah dengan me-NAND-kan semua jalur alamat yang bernilai tinggi serta meng-OR-kan jalur-jalur alamat yang bernilai rendah, kemudian menggabungkan semua keluaran gerbang-gerbang tersebut dengan gerbang OR yang keluarannya di-OR-kan lagi dengan jalur IOM/ untuk menghasilkan output bernilai rendah, seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.

(dalam file)

Gambar contoh dekoder alamat untuk port $330 (single port)

2. Fungsi kaki-kaki (pin) pada Mikroprosesor 8086 dan 8088

(dalam file)

Diagram fungsi kaki-kaki (pin) pada Mikroprosesor 8086 dan 8088

Setiap pin sinyal pada Mikroprosesor 8086 dan 8088 diberi penamaan menggunakan kode mnemonic yang sesuai dengan fungsinya, yaitu :
  • Pin AD0 – AD15 digunakan sebagai pin alamat untuk MP 8086 dan pin AD0 – AD7 untuk MP 8088
  • Pin VCC digunakan untuk Masukan sinyal daya (catu daya)
  • Pin CLK digunakan untuk melewatkan sinyal clock
  • Pin INTR dan NMI digunakan untuk menginterupsi kerja mikroprosesor
  • Pin QS1 (interrupt acknowledge) digunakan oleh mikroprosesor untuk menjawab bahwa permintaan interupsi dari sinyal INTR dapat diterima/dijalankan
  • Pin IOM/ (memory/IO), RD (read), dan WR (write) digunakan untuk mengendalikan memori dan port pada saat pemindahan data
  • Pin RESET digunakan memasukan Sinyal RESET yaitu untuk memerintah mikroprosesor agar melakukan inisialisasi dengan cara memberi nilai 0 pada register DS, SS, ES, IP, dan flag; serta nilai $FFFF untuk CS (pada saat booting)

3. Perbedaan mendasar antara 8086 & 8088 yaitu :

  • 8086 adalah mikroprosesor 16-bit dengan 16 bus data pada pin keluarannya (pin AD0 – AD15)
  • 8088 adalah mikroprosesor 16-bit dengan 8 bus data pada pin keluarannya (pin AD0 – AD7)

Perbedaan lainnya terletak pada sinyal kontrol, mikroprosesor 8086 mempunyai pin kontrol M/IO sedangkan 8088 mempunyai pin kontrol IO/M
Perbedaan perangkat keras lainnya yang tampak pada ke 34 pin kedua chip pada 8088, mempunyai pin SSO sdangkan pada 8086, mempunyai pin BHE/S7

Secara Tabel.
No.
Jenis Perbedaan
8086
8088
1
Jumlah Bus Merupakan mikroprosesor 16-bit dengan 16 bus data pada pin keluarannya (pin AD0 – AD15) Merupakan mikroprosesor 16-bit dengan 8 bus data pada pin keluarannya (pin AD0 – AD7)
2
Sinyal/Pin kontrol
Pin kontrol (pin ke 28) merupakan M/IO (Memory/IO)
pin merupakan IO/M

(IO/ Memory)

3
Hardware
Pada kaki/pin 34 merupakan pin BHE/S7
Pada kaki/pin 34 merupakan pin SSO
Sumber:
  1. Handout Perancangan Rangkaian Aritmatika Dan Rangkaian Encoder/Decoder. Teknik Elektro STEI-ITB
  2. Satyam E. Jayate. “Mikroprosesor”. http://suputra.blogspot.com.
  3. Handout Sistem Komputer Univ. Gunadarma. “Spesifikasi Perangkat Keras 8086/8088
  4. Ir. Balza Achmad, M.Sc.E. “Diktat Penerapan Mikroprosesor”. Universitas Gadjah Mada.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s